Kamis, 22 Agustus 2013

Berbagai Penelitian Medis Mengenai Khitanan/Sunat


Berbagai penelitian khitanan telah dilakukan oleh para ahli kesehatan, penelitian tentang sunat tersebut bertujuan untuk menguak lebih banyak informasi mengenai pengaruh khitan terhadap kesehatan tubuh dan untuk memperoleh data mengenai manfaat dan resiko sunat.

Beberapa penelitian khitanan, diantaranya:
Peneltian tentang kulup dari penis. Peneltian ini dilakukan oleh seorang ilmuwan ternama di Australia, dari penelitian khitanan yang dilakukannya terdapat satu penemuan medis bahwasanya kulup dari penis menyimpan reseptor yang dapat menjadi perantara berbagai penyakit kelamin, infeksi kelamin dan AIDS. Oleh karena itu, dengan sunat (memotong kulup pada bagian atas penis), seorang laki-laki akan terjaga kesehatannya dan akan terhindar dari berbagai penyakit berbahaya yang mematikan.
Penelitian tentang pengaruh sunat terhadap seksualitas. Beberapa ilmuwan dari berbagai negara telah melakukan survei untuk memperoleh informasi tentang besarnya pengaruh sunat terhadap seksualitas laki-laki. Dari hasil penelitian khitanan tersebut disimpulkan bahwa pria yang tidak dikhitan kemampuan ereksinya akan lebih rendah dibandingkan pria yang dikhitan, selain itu pria yang dikhitan berpeluang besar untuk terhindar dari ejakulasi dini. Peneltian tentang pengaruh sunat terhadap pasangan wanita. Penelitian tentang sunat ini dilakukan oleh seorang ilmuwan di Amerika Serikat, dari beberapa data yang didapatkannya diperoleh hasil bahwasanya pengaruh sunat terhadap wanita cukup besar, diantaranya:

1.  Pria yang di sunat dapat memberikan kenikmatan berhubungan seksualitas lebih besar terhadap wanita. Sehingga banyak wanita yang memilih berpasangan dengan pria yang telah disunat.

2.  Khitanan dapat mencegah terjadinya berbagai penularan penyakit kelamin dan kanker serviks pada wanita. Dengan dilakukannya sunat maka tidak akan terjadi penimbunan kotoran pada penis (karena timbunan kotoran inilah yang menyebabkan berbagai infeksi kelamin, penyakit kelamin dan kanker serviks).

3.  Pria yang disunat memiliki peluang yang lebih besar daripada pria yang tidak di sunat terhadap berhasilnya proses awal kehamilan, karena dengan dilakukannya sunat maka sperma akan mengalir dengan lancar ke rahim wanita.
Pengaruh sunat terhadap saluran kencing pria. 
Beberapa dokter kelamin di Amerika Serikat memperoleh data bahwa sunat dapat memperlancar saluran kencing pada pria. Sehingga kesehatan pria dapat lebih terjaga.

Pengaruh sunatterhadap psikologis pria. Penelitian khitanan ini dilakukan oleh seorang psikolog,
dari data survey dapat disimpulkan bahwa apabila sunat dilakukan sesuai dengan ketentuan medis maka sunat tidak akan memberikan efek negatif terhadap psikologis pria. Namun, apabila khitanan yang dilakukan secara kasar atau tidak sesuai ketentuan medis maka akan menimbulkan trauma ataupun gangguan psikologis pada pria yang disunat tersebut

Dari penelitian tentang sunat tersebut, didapatkan informasi berharga tentang manfaat dan resiko sunat. Manfaat dan resiko sunat tersebut bisa menjadi referensi untuk pengetahuan kesehatan yang sangat bermanfaat bagi kita.


sumber : www.rumahsunatan.com

Ajaran Khitan dalam Islam


Dalam fikih Islam, hukum khitan dibedakan antara untuk lelaki dan perempuan. Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum khitan baik untuk lelaki maupun perempuan.

Hukum Khitan
Dalam fikih Islam, hukum khitan dibedakan antara untuk lelaki dan perempuan. Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum khitan baik untuk lelaki maupun perempuan.

Hukum khitan untuk lelaki:
Menurut jumhur (mayoritas ulama), hukum khitan bagi lelaki adalah wajib. Para pendukung pendapat ini adalah imam Syafi'i, Ahmad, dan sebagian pengikut imam Malik. Imam Hanafi mengatakan khitan wajib tetapi tidak fardlu.

Menurut riwayat populer dari imam Malik beliau mengatakan khitan hukumnya sunnah. Begitu juga riwayat dari imam Hanafi dan Hasan al-Basri mengatakan sunnah. Namun bagi imam Malik, sunnah kalau ditinggalkan berdosa, karena menurut madzhab Maliki sunnah adalah antara fadlu dan nadb. Ibnu abi Musa dari ulama Hanbali juga mengatakan sunnah muakkadah.

Ibnu Qudamah dalam kitabnya Mughni mengatakan bahwa khitan bagi lelaki hukumnya wajib dan kemuliaan bagi perempuan, andaikan seorang lelaki dewasa masuk Islam dan takut khitan maka tidak wajib baginya, sama dengan kewajiban wudlu dan mandi bisa gugur kalau ditakutkan membahayakan jiwa, maka khitan pun demikian.

Dalil yang Yang dijadikan landasan bahwa khitan tidak wajib.
1. Salman al-Farisi ketika masuk Islam tidak disuruh khitan.

2. Hadist di atas menyebutkan khitan dalan rentetan amalan sunnah seperti mencukur buku ketiak dan memndekkan kuku, maka secara logis khitan juga sunnah.

3. Hadist Ayaddad bib Aus, Rasulullah s.a.w bersabda:"Khitan itu sunnah bagi lelaki dan diutamakan bagi perempuan. Namun kata sunnah dalam hadist sering diungkapkan untuk tradisi dan kebiasaan Rasulullah baik yang wajib maupun bukan dan khitan di sini termasuk yang wajib.

Adapun dalil-dalil yang dijadikan landasan para ulama yang mengatakan khitab wajib adalah sbb.:
1. Dari Abu Hurairah Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa nabi Ibrahim melaksanakan khitan ketika berumur 80 tahun, beliau khitan dengan menggunakan kapak. (H.R. Bukhari). Nabi Ibrahim melaksanakannya ketika diperintahkan untuk khitan padahal beliau sudah berumur 80 tahun. Ini
menunjukkan betapa kuatnya perintah khitan.

2. Kulit yang di depan alat kelamin terkena najis ketika kencing, kalau tidak dikhitan maka sama dengan orang yang menyentuh najis di badannya sehingga sholatnya tidak sah. Sholat adalah ibadah wajib, segala sesuatu yang menjadi prasyarat sholat hukumnya wajib.

3. Hadist riwayat Abu Dawud dan Ahmad, Rasulullah s.a.w. berkata kepada Kulaib: "Buanglah rambut kekafiran dan berkhitanlah". Perintah Rasulullah s.a.w. menunjukkan kewajiban.

4. Diperbolehkan membuka aurat pada saat khitan, padahal membuka aurat sesuatu yang dilarang. Ini menujukkan bahwa khitab wajib, karena tidak diperbolehkan sesuatu yang dilarang kecuali untuk sesuatu yang sangat kuat hukumnya.

5. Memotong anggota tubuh yang tidak bisa tumbuh kembali dan disertai rasa sakit tidak mungkin kecuali karena perkara wajib, seperti hukum potong tangan bagi pencuri.

6. Khitan merupakan tradisi mat Islam sejak zaman Rasulullah s.a.w. sampai zaman sekarang dan tidak ada yang meninggalkannya, maka tidak ada alasan yang mengatakan itu tidak wajib.



Sumber : www.rumahsunatan.com
www.khitandewasa.com

Perawatan Setelah Khitan dan Sunat


Setelah anak disunat, yang diinginkan pasti cepat sembuh. Memang, sekarang banyak teknologi medis yang menawarkan sunat cepat sembuh dan lebih modern. Namun, tetap saja, semua membutuhkan perawatan.

Anda tentu tidak mau, setelah anak Anda disunat, luka sunatnya tidak sembuh-sembuh dan malah muncul masalah baru, seperti bengkak, tidak kering-kering, bernanah, dan lain-lain. Kalau hal tersebut terjadi, kasihan si anak, tidak bisa aktif bermain lagi dengan teman-temannya karena harus bersabar sampai lukanya sembuh. Bahkan, mungkin ia malu, karena ia belum bisa dengan leluasa memakai celana seperti teman-temannya.

Masalah ini dapat diatasi dengan melakukan perawatan yang tepat pada luka sunat anak Anda. Berikut ini macam-macam cara perawatannya:

1. Oleskan Madu pada Luka Bekas Khitan
Ternyata khasiat madu bagus untuk membantu mengurangi rasa sakit setelah dikhitan. Madu ini juga dapat mempercepat mengeringkan luka sunat. Oleskan madu pada luka khitan anak sesering mungkin setelah ia buang air kecil.

2. Awasi Anak untuk Tidak Melakukan Banyak Aktivitas 
Dengan tidak banyak melakukan aktivitas, akan memperkecil kemungkinan terjadinya bengkak pada luka sunatnya.

3. Jagalah Pola Makan Anak
Seringkali Anda percaya sesuatu yang belum tentu kebenarannya, seperti makanan pantangan setelah dikhitan. Makanan seperti telur, ikan, dan daging-dagingan sering dihindari karena dianggap akan memperlama penyembuhan luka sunat. Itu hanyalah mitos. Makanan-makanan yang mengandung banyak protein dibutuhkan tubuh untuk proses pengeringan luka. Jadi, tetap jaga pola makan dengan makanan bergizi dan protein yang mencukupi.

4. Jagalah Kebersihan Daerah Kelamin
Usahakan agar daerah kelamin anak tetap kering. Hal ini sangat penting, kalau daerah kelamin lembab, tentu luka sunatnya basah, perih, dan susah kering.

5. Ganti Perban Secara Teratur
Sesuaikan dengan anjuran dokter. Ganti perban luka sunat anak secara teratur, supaya luka cepat sembuh dan terjaga kebersihannya.


sumber : www.rumahsunatan.com
www.khitandewasa.com

Tips Untuk Kurangi Nyeri Khitan??


Banyak orang kerap merasa kesakitan setelah melakukan khitan atau sunat. Ternyata madu merupakan salah satu rahasia meredakan nyeri luka khitan.

Dr. Taka Budaya M. Kes yang ditemui dalam acara Khitanan Massal yang diselenggarakan Yayasan Qurrata A'yun menuturkan, untuk mengobati luka bekas khitan seseorang dapat memanfaatkan madu.

Madu alami menurut dr. Taka dipercaya lebih efektif mengeringkan bekas luka dan meredakan  nyeri dibandingkan dengan obat-obatan kimia. "Cukup
oleskan madu sesering mungkin sehabis khitan, terutama sehabis buang air kecil," kata dr. Taka saat ditemui sebelum acara Khitanan Massa Yayasan Qurrata A'yun, Sabtu (23/6).

Selain madu, ada beberapa tips yang dapat dilakukan peserta sehabis khitan. Dr.Taka menyebutkan, salah satunya adalah dengan berhenti makan tiga jam sebelum tidur. Hal tersebut sebaiknya dilakukan selama 2-3 hari setelah sunat.

"Dengan berhenti makan malam dapat mencegah testis mengalami ereksi di pagi hari. Sehingga mengurangi rasa sakit pada jahitan," kata dr. Taka.

Selain itu, ia juga meminta seseorang yang habis disunat untuk tak selalu menggunakan sarung. Sebab, penggunaan sarung berkaitan dengan psikologis. Otak akan tersugesti dengan rasa sakit.


 sumber : www.rumahsunatan.com
www.khitandewasa.com

Terapi Hormonal Pada Anak Gemuk


Indikasi utama terapi hormonal :
Terapi pengganti kekurangan hormon. Pada anak-anak, terapi hormonal sering digunakan sebagai solusi pada mikropenis atau alat kelamin laki-laki yang kecil. Kecilnya ukuran penis sering merisaukan orang tua. Padahal untuk memastikan normal tidaknya ukuran penis baru bisa diketahui ketika anak  mencapai usia prapubertas.

Menurut dr. Jose Batubara, MD, "Tidak benar bila dikatakan penis anak gemuk lebih kecil dari anak berbobot normal," kata dr. Batubara. Persoalan pada umumnya hanya karena penis terbenam oleh bantalan lemak. Namun, kalau kita merasa ragu, periksakan pada ahli endokrin anak.

Adapun cara mengukur ada tekniknya. Pada anak gemuk, pertama-tama dokter menekan jaringan  lemak yang menutupinya ke bawah, lalu penis diukur dalam keadaan penis diregangkan lurus. Kalau setelah diukur ternyata memang kurang panjang ( mikropenis ), baru diupayakan pemberian suntikan hormone testosterone dosis terbatas. Terapi mikropenis ini terbaik dilakukan sebelum anak menginjak usia pubertas. Jika terapi ini dilakukan usia remaja atau dewasa hasilnya kurang bagus.

Penanganan terapi hormon ini tidak boleh hanya didasarkan keinginan orang tua. Tetapi  harus sesuai masalah anak. Sebelumnya harus dilihat penyebab mikropenis ini. Membesarkan atau memperpanjang ukuran penis tidak boleh berlebihan dan harus dipikirkan pula efek sampingnya.

Pemberian hormon bisa menimbulkan tanda pubertas dini. Bahkan berlebihan akan menyebabkan tulang menutup lebih awal dan anak tidak tumbuh lagi. Sebelum menjalani terapi hormon ini, anak harus menjalani pemeriksaan yang ketat. Apakah ada kelainan, bisa diterapi atau tidak. Pemeriksaan meliputi pemeriksaan hormon, darah, tulang dan lainnya.  

Oleh : dr Zecky Eko Triwahyudi
www.rumahsunatan.com
www.khitandewasa.com

Rabu, 21 Agustus 2013

Pentingnya Berkhitan bagi kesehatan pria dewasa dan pasangannya


Saat ini tingkat kesehatan masyarakat semakin baik, dengan makin sadar masyarakat akan manfaat  sehat yang tak ternilai harganya. Sekarang organisasi kesehatan Dunia sedang booming dalam meningkatkan kesehatan pasangan menikah usia subur. Salah satu kesehatan yang sedang dioptimalkan tentang reproduksi. Misalnya pada wanita tentang kesehatan Rahim, dan pria tentang kebersihan alat kelamin. Dari beberapa penelitian bahwa predileksi kanker rahim cukup tinggi dari pasangan prianya yang tidak melakukan khitan (Sikumsisi). Mengapa hal tersebut tinggi pada pria yang tidak dikhitan.

Hal tersebut diakibatkan karena kulit kulup yang menutupi kepala penis sehingga kotoran tersebut kontak pada dinding rahim pada saat terjadi hubungan intim dengan pasangannya. . Karena kotoran tersebut berasal dari sisa air seni. Terkadang memang kita tidak menyadarinya, terlebih lagi bila para pria terlalu cepat membersihkan sisa air seni sehabis buang air kecil. Bukan hanya air seni saja yang dapat terakumulasi, keringat juga dapat membuat alat genitalia tersebut berkumpul pada kulit kulup, terutama jika melakukan aktifitas olahraga. Khitan itu sendiri adalah suatu tindakan bedah untuk membuang kulit kulup bagian depan kepala penis. Dengan terlihatnya kepala penis kotoran yang kadang mengendap pada bagian dalam dapat berkurang bahkan menghilang.Dari paparan  diatas kiranya sangat mudah melakukan peningkatan kesehatan genitalia bagi para pria dewasa dan pasangannya. Hal yang memang sudah menjadi ajaran bagi agama Islam saat ini ternyata sudah menjadi kebutuhan bagi seluruh kaum pria.

Diklinik Rumah Sunatan yang menjadi pusat khitan anak dan dewasa sekarang ini
juga memberikan edukasi bagi para pria dewasa yang ingin mengetahui  lebih banyak mengenai khitan.

sumber : www.rumahsunatan.com
www.khitandewasa.com

Sunat Tradisional vs Sunat Medis


Sunat adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis. Istilah sunat juga dikenal dengan nama khitan atau dalam istilah medisnya sirkumsisi.
Sunat telah dilakukan sejak zaman prasejarah di Zaman Batu dan Mesir purba. Alasan orang tua memilih untuk melakukan sunat pada anaknya terutama disebabkan alasan sosial atau budaya dibandingkan karena alasan kesehatan. Akan tetapi, survey tahun 2001 menunjukkan bahwa 23,5% orang tua melakukannya dengan alasan kesehatan.

Sunat tradisional masih sangat banyak dilakukan penduduk Indonesia, seperti Bogem di Jawa Tengah, Calak di Jawa Timur, Sifon di Nusa Tenggara Timur dan Bengkong di beberapa daerah. Dalam hal ini sunat dilakukan bukan oleh tenaga kesehatan. Umumnya sunat dilakukan tanpa peralatan medis, tanpa perawatan luka, tanpa dijahit, dan tanpa penggunaan zat anestesi. Sehingga komplikasi yang mungkin timbul adalah infeksi pada luka sunat karena proses yang kurang steril dan luka sunat yang tidak rapi karena tanpa dijahit.

Sedangkan sunat Medis merupakan sunat yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Namun bila dalam prosesnya ada yang kurang steril, sangat mungkin  terjadi komplikasi infeksi, baik itu peralatan, tenaga maupun alat khitan seperti klamp. Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan terutama di bidang kesehatan, metode khitan pun semakin berkembang. Saat ini telah diciptakan banyak peralatan dan obat-obatan untuk membantu melaksanakan khitan, sehingga khitan menjadi proses yang lebih aman dan lebih tidak menyakitkan. Selain itu, banyak pula metode yang mulai dikembangkan dalam pelaksanaan khitan sehingga proses khitan menjadi lebih mudah dan lebih cepat. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Oleh : dr Zecky Eko Triwahyudi(Rumah Sunatan)
www.rumahsunatan.com
www.khitandewasa.com