Selasa, 18 Februari 2014

Sunat Dewasa (Rumah Sunatan) di Rwanda


Enam tahun yang lalu , Organisasi Kesehatan Dunia (who) dan UNAIDS menetapkan sebuah tujuan, yaitu untuk melakukan sunat dewasa pada 20 juta pria dewasa secara sukarela pada tahun 2015 . Itu adalah bagian dari upaya untuk mengurangi hubungan heteroseksual HIV / AIDS . Hal itu didasarkan pada penelitian klinis yang menunjukkan bahwa diperkirakan 3,5 juta jiwa akan diselamatkan, selain itu juga akan mendapat penghematan dana sebesar $ 16.5 juta dalam biaya kesehatan jangka panjang . Untuk mencapai target tersebut , peningkatan proses skala diperlukan.

Tzameret Fuerst adalah founder dan presiden dari CIRC MedTech , pengembang dari perangkat PrePex , suatu metode sunat dewasa tanpa melakukan pembedahan. Beliau mengatakan sampai saat ini, sekitar 10% dari tujuan target awal telah terpenuhi , dan bahwa mereka sekarang memiliki sekitar dua tahun untuk mencapai target 20 juta pada tahun 2015 .

Menteri Kesehatan Rwanda mengumumkan bahwa akan dilakukan gerakan nasional untuk mendukung diadakannya sunat dewasa sebagai bagian dari usaha untuk mengurangi infeksi HIV / AIDS. Sebuah alat yang disebut PrePex akan digunakan sebagai metode sunat dewasa tanpa bedah. Dengan adanya hal ini akan memungkinkan sebanyak 700.000 orang antara usia 15 sampai dengan 49 tahun untuk disunat di seluruh negeri. Alat baru ini dapat mengubah cara penyunatan tradisional yang dirasakan dan dilakukan.

" PrePex ini sebenarnya adalah perangkat pertama di dunia yang dapat melakukan sunat dewasa tanpa melakukan pembedahan. Presiden CIRC MedTech Tzameret Fuerst merayakan peluncuran PrePex di sebuah klinik Rwanda ( Courtesy CIRC MedTech ). The Circ MedTech eksekutif mengatakan seorang perawat dengan hanya tiga hari pelatihan dapat melakukan prosedur dalam menggunakan alat ini. Fuerst menjelaskan bahwa PrePex bekerja dengan cara yang sama sebagai penghapusan tali pusat dari bayi yang baru lahir .

" Jika Anda ingat , Anda menjepit tali pusat dan Anda menghentikan aliran darah dan oksigen ke jaringan yang tidak diinginkan . Jadi , itulah apa yang kita lakukan pada jaringan kulup yang tidak diinginkan .  Jadi pada dasarnya menghentikan aliran darah dan sirkulasi ke jaringan kulup yang tidak diinginkan. " Jaringannya mati dalam beberapa jam dan dalam seminggu itu mengering . Dia mengatakan itu dapat dihapus seperti Anda akan memotong kuku jari Anda .

" Di sisi infrastruktur, Afrika tidak memiliki fasilitas bedah dan sumber daya manusia untuk melakukan tindakan sunat dewasa dengan prosedur pembedahan , " kata Fuerst . Dia menawarkan contoh Rwanda , yang memiliki 11 juta orang namun hanya ada 582 orang dokter saja . " Jadi itu adalah tantangan nyata bagi mereka untuk memanfaatkan sedikit ahli bedah, mereka harus dapat meningkatkan jumlah dokter dan tindakan bedah. Fuerst mengatakan tantangan tersebut memotifasi untuk ditemukannya suatu teknologi medis dalam sunat yang tidak membutuhkan pembedahan .

Pengujian diperluas di negara-negara Afrika lainnya

Kampanye untuk membersihkan generasi HIV / AIDS telah membuat kemajuan besar dalam meningkatkan akses terhadap pengobatan dan pencegahan penularan dari ibu ke anak . Banyak pejabat kesehatan percaya sunat dewasa tanpa pembedahan akan menjadi langkah besar untuk mencapai dunia yang bebas AIDS dan bahwa perangkat ini non - bedah baru akan membantu untuk mencapai tujuan tersebut.

Fuerst menambahkan para pasien sunat dewasa akan memakai perangkat selama enam sampai tujuh hari . Mereka mampu kembali  bekerja dan melanjutkan kehidupan sehari-hari setelah setelah menjalani pemasangan alat tersebut . Selama tiga tahun terakhir , Rwanda telah mempelopori metode sunat dewasa dengan cara ini . Negara-negara lain pengujian PrePex termasuk Uganda, Afrika Selatan, Zimbabwe, Botswana dan Mozambik, Gambia , dan Kenya .

Namun metode khitan dewasa tanpa pembedahan ini bukan hanya dapat dilakukan dengan Prepex ini, kini sudah terdapat berbagai alat sunat dewasa modern yang dapat membantu proses khitan dewasa tanpa pembedahan dan juga tidak menunggu jangka waktu yang lama. Namun, berdasarkan pengalaman Rumah Sunatan sebagai klinik sunat modern anak dan dewasa, pelaksanaan sunat dewasa dengan jahitan (sunat laser) adalah yang paling baik. Khusus pada khitan dewasa pasien akan sering mengalami ereksi yang tentunya dapat mengganggu selama masa penyembuhan pasca sunat dewasa. Dan apabila tidak dilakukan jahitan ketika proses khitan dewasa akan dapat menimbulkan resiko luka (bleeding), sehingga akan semakin memperlambat penyembuhan. Sedangkan dengan menggunakan teknik laser (electric cauter) luka akan di jahit dan lebih aman dibandingkan tanpa pembedahan.

sumber : khitandewasa.com

Selasa, 14 Januari 2014

Hasil Penelitian Tentang Sunat


Berbagai penelitian tentang sunat atau khitan telah dilakukan oleh para ahli kesehatan di seluruh dunia, penelitian tentang manfaat sunat tersebut bertujuan untuk menguak lebih banyak informasi mengenai pengaruh sunat terhadap kesehatan tubuh dan untuk memperoleh data mengenai manfaat sunat dan juga resiko sunat apabila memang ada. Beberapa penelitian tentang khitanan tersebut diantaranya:
  • Peneltian tentang kulup yang menutupi bagian kepala penis. Penelitian ini dilakukan oleh seorang ilmuwan ternama di Australia. Dari hasil penelitian tentang khitanan yang dilakukannya terdapat satu penemuan medis dimana bahwasanya kulup dari penis menyimpan reseptor yang dapat menjadi perantara bagi berbagai penyakit kelamin, infeksi kelamin dan juga HIV / AIDS. Oleh karena itu, dengan menjalankan metode sunat (memotong kulup pada bagian kepala penis), seorang laki - laki akan terjaga kesehatannya dan juga akan terhindar dari berbagai penyakit berbahaya yang dapat mematikan.
  • Penelitian tentang pengaruh sunat terhadap seksualitas. Beberapa ilmuwan dari berbagai negara telah melakukan survei terkait pengaruh sunat terhadap pengaruh seksualitas untuk memperoleh informasi tentang seberapa besar pengaruh sunat terhadap seksualitas pada pria. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan tersebut didapat tentang khitanan tersebut disimpulkan bahwa pria yang tidak di khitan akan memiliki kemampuan ereksi yang lebih rendah dibandingkan pria yang telah di khitan, selain itu pria yang telah di khitan berpeluang besar untuk terhindar dari ejakulasi dini dibandingkan dengan pria yang belum melakukan sunat.
  • Penelitian tentang pengaruh sunat terhadap pasangan wanita. Penelitian tentang sunat ini dilakukan oleh seorang ilmuwan di Amerika Serikat. Dari beberapa data yang diperoleh dapat disimpulkan sebuah hasil bahwasanya pengaruh sunat pria terhadap wanita cukup besar, yaitu diantaranya :
  1. Pria yang di sunat dapat memberikan kenikmatan berhubungan seksualitas lebih besar terhadap pasangan wanitanya. Sehingga banyak wanita yang memilih berpasangan dengan pria yang telah di sunat.
  2. Khitanan dapat mencegah terjadinya berbagai penularan penyakit kelamin dan kanker serviks pada wanita. Dengan dilakukannya sunat maka tidak akan terjadi penimbunan kotoran pada penis ( smegma), karena dengan timbunan kotoran inilah yang dapat menyebabkan berbagai infeksi kelamin, penyakit kelamin atau kanker serviks.
  3. Pria yang di sunat memiliki peluang yang lebih besar dari pada pria yang tidak di sunat terhadap berhasilnya proses awal kehamilan, karena dengan dilakukannya sunat maka sperma akan mengalir dengan lancar ke rahim wanita.
  • Pengaruh sunat terhadap saluran kencing pria. Beberapa dokter kelamin di Amerika Serikat memperoleh data bahwa sunat dewasa dapat memperlancar saluran kencing pada pria, sehingga kesehatan pria dapat lebih terjaga. Karena apabila seorang pria belum melakukan sunat maka saluran buang air kecil akan terhambat oleh kulit kulup di sekitar kepala penis, akibatnya tidak dapat dengan leluasa buang air kecil bila dibandingkan dengan setelah di sunat, khususnya penderita phimosis hal ini sangat penting karena memperbesar kemungkinan menumpuknya smegma pada kepala penis.
  • Pengaruh khitanan terhadap psikologis pria. Penelitian khitanan ini dilakukan oleh seorang psikolog, dari data survey dapat disimpulkan bahwa apabila metode sunat dilakukan sesuai dengan ketentuan medis maka sunat tidak akan memberikan efek negatif terhadap psikologis pria. Namun, apabila khitanan yang dilakukan secara kasar atau tidak sesuai ketentuan medis maka akan menimbulkan trauma ataupun gangguan psikologis pada pria yang di sunat tersebut.


sumber : www.rumahsunatan.com
 
Terapi hormon menjadi pilihan utama orangtua yang memiliki anak dengan masalah kegemukan dikarenakan sulit untuk melakukan sunat. Anak yang mengalami kegemukan memang sedikit sulit untuk dilakukan khitan dengan metode yang biasa atau secara normal dikarenakan kepala penis yang tenggelam oleh lapisan lemak pada bagian bawah perut. Sehingga dibutuhkan metode atau penanganan khusus ketika akan melakukan sunat gemuk. Indikasi utama terapi hormon adalah terapi pengganti kekurangan hormon. Pada anak-anak khususnya yang gemuk, terapi hormonal sering digunakan sebagai solusi pada mikropenis atau alat kelamin laki - laki yang kecil. Kecilnya ukuran penis sering merisaukan orangtua. Padahal untuk memastikan normal atau tidaknya ukuran penis baru bisa diketahui ketika anak mencapai usia prapubertas. Menurut dr.  Jose Batubara, MD, " Tidak benar bila dikatakan penis anak gemuk lebih kecil dari anak berbobot normal," kata dr. Batubara. Persoalan pada umumnya hanya karena penis terbenam oleh bantalan lemak. Namun, kalau kita sebagai orangtua  merasa ragu, periksakan pada ahliendokrin anak. Adapun cara mengukur ukuran penis anak ini ada tekniknya. Pada anak gemuk, pertama-tama dokter menekan jaringan lemak yang menutupinya ke bawah, lalu penis diukur dalam keadaan penis diregangkan lurus. Kalau setelah diukur ternyata memang kurang panjang ( mikro penis ), baru diupayakan pemberian suntikan hormone testosterone dosis terbatas. Namun kini ada juga metode baru yaitu dengan pemberian obat tanpa melakukan suntikan. Hal ini tergolong baru dikarenakan anak sedikit takut akan di suntik dan ada efek samping yang cukup berbahaya dari pemberian hormon dengan suntik ini.

Terapi hormon ini terbaik dilakukan sebelum anak menginjak usia pubertas. Jika terapi ini dilakukan usia remaja atau dewasa hasilnya kurang bagus. Penanganan terapi hormon ini tidak boleh hanya didasarkan keinginan orang tua, tetapi juga harus sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh sang anak. Sebelumnya harus dilihat penyebab mikropenis ini. Membesarkan atau memperpanjang ukuran penis tidak boleh berlebihan dan harus dipikirkan pula efek sampingnya. Selain efek samping yang cukup besar, terapi hormon ini juga membutuhkan biaya yang cukup besar dan waktu yang cukup lama, karena tidak akan didapat hasil yang baik secara instan. Biasanya rentang waktu yang dibutuhkan sekitar 6 bulan dan juga dibarengi dengan kontrol yang ketat pada pola makan anak dan juga harus dibarengi dengan olahraga yang cukup.Pemberian terapi hormon bisa menimbulkan tanda pubertas dini. Bahkan berlebihan akan menyebabkan tulang menutup lebih awal dan anak tidak tumbuh lagi. Sebelum menjalani terapi hormon ini, anak harus menjalani pemeriksaan yang ketat. Apakah ada kelainan, bisa diterapi atau tidak. Pemeriksaan meliputi pemeriksaan hormon, darah, tulang dan lainnya.

Namun khusus bagi anak yang mengalami kegemukan dan sudah ingin disunat, kini Rumah Sunatan hadir dengan pelayanan khusus pasien sunat anak gemuk.  Bersama Rumah Sunatan, sunat anak gemuk dapat langsung dilakukan tanpa perlu melakukan terapi hormon terlebih dahulu, sehingga tidak memakan banyak biaya dan membuang banyak waktu. Tindakan sunat khusus ini tidak dapat dilakukan oleh semua dokter, hanya dokter spesialis bedah saja yang mengerti dan memahami teknik sunat dengan metode khusus ini. Di Rumah Sunatan pelayanan sunat khusus anak gemuk ini ditangani langsung oleh dr Mahdian Nur Sp.Bs. sebagai owner dari Rumah Sunatan sendiri.  Perawatan pasca sunat juga tidak susah hanya saja perlu menjaga kebersihkan organ intim anak agar terjaga kelembabannya. Metode sunat ini sangat diharapkan dapat menjadi solusi bagi Anda yang memiliki anak gemuk, sehingga dapat segera disunat di Rumah Sunatan.
 
sumber : www.rumahsunatan.com

Senin, 26 Agustus 2013

Sunat dan Khitan modern menggunakan klamp

Studi Menunjukkan Sunat Dewasa Membantu Mencegah Infeksi HIV


Menurut sebuah studi dari Uganda yang dilaporkan dalam jurnal akses terbuka mBio edisi 16 April 2013, pembuangan kulup dalam proses sunat modern mengurangi bakteri anaerob, yang memungkinkan sistem kekebalan untuk mempertahankan patogen menular seksual seperti HIV. Hasil studi ini diterbitkan dalam American Society for Microbiology (ASM).

Berikut adalah kutipan yang diedit dari siaran pers ASM yang menggambarkan penelitian dan temuannya. Sunat secara drastis mengubah mikrobioma penis, perubahan yang dapat menjelaskan mengapa sunat menawarkan perlindungan terhadap HIV dan infeksi virus lainnya. Dalam sebuah penelitian yang akan diterbitkan pada tanggal 16 April di mBio, jurnal akses terbuka dari American Society for Microbiology, para peneliti mempelajari efek sunat dewasa pada jenis bakteri yang hidup di bawah kulup sebelum dan setelah sunat. Pada satu tahun pasca-prosedur, total beban bakteri di daerah itu telah turun secara signifikan dan prevalensi bakteri anaerob, yang berkembang di lokasi dengan oksigen yang terbatas, menurun sementara jumlah beberapa bakteri aerobik meningkat sedikit. “Perubahan dalam masyarakat benar-benar ditandai dengan hilangnya anaerob. Ini dramatis,” kata penulis, Lance Price dari Translational Genomics Research Institute (TGen) di Flagstaff, Arizona dan George Washington University di Washington, DC. “Dari segi ekologi, ini seperti menggulirkan batu dan melihat perubahan ekosistem. Anda menghilangkan kulup dan Anda meningkatkan jumlah oksigen, menurunkan tingkat kelembaban – kami mengubah ekosistem,” ia melanjutkan.

Percobaan terkontrol acak menunjukkan bahwa sunat mengurangi risiko infeksi HIV pada pria sebesar 50%-60% dan mengurangi risiko infeksi HPV dan virus herpes simpleks tipe 2, tetapi alasan biologi dibalik manfaat ini tidak dipahami dengan baik. Bisa jadi bahwa anatomi penis yang di sunat membantu mencegah infeksi, atau bisa juga bahwa perubahan dalam perlindungan mikrobioma, atau beberapa kombinasi dari keduanya.

Menggunakan sampel usap dari uji coba besar sunat di Uganda, Price dan rekannya di Johns Hopkins
dan TGen ingin menentukan apakah sunat secara signifikan mengubah komunitas mikroba di penis. Menggunakan teknik kuantitatif disebut qPCR bersama dengan pyrosequencing untuk mengidentifikasi anggota masyarakat, para peneliti membandingkan sampel dari pria yang tidak di sunat dengan sampel dari laki-laki disunat yang diambil baik sebelum prosedur dan pada satu tahun kemudian. “Ada perubahan dramatis dan signifikan dalam mikrobioma penis sebagai akibat dari sunat laki-laki” kata Price. Pada awalnya, mikrobiota dari kedua kelompok laki-laki tersebut adalah sebanding. Setahun setelah operasi beban bakteri pada semua pria agak menurun, namun pada pria yang disunat penurunan secara signifikan lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak disunat. Dan hampir semua kelompok bakteri yang berkurang adalah kelompok anaerob atau anaerob fakultatif. Secara keseluruhan perubahan ini mengurangi keanekaragaman mikrobiota.“Dari perspektif kesehatan masyarakat temuan ini benar-benar menarik karena beberapa organisme yang menurun memang dapat menyebabkan peradangan,” kata Price.

Studi menunjukkan mengapa khitan dewasa membantu mencegah infeksi HIV tentang bagaimana mengganggu mikrobioma usus dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi Sekarang kita pikir mungkin gangguan ini (dalam mikrobioma penis) bisa menjadi hal yang baik dapat memiliki efek positif,” kata Price.

Namun apa peran mikrobioma penis mungkin bermain dalam penularan HIV belum diketahui, tetapi penelitian menunjukkan bahwa bakteri dapat mempengaruhi seberapa rentan penis terhadap infeksi virus yang menular secara seksual. Di antara laki-laki yang tidak tersunat, beban bakteri yang tinggi dapat mengaktivasi sel di kulup yang disebut sel Langerhans, mencegah mereka dari melakukan peran normal mereka dalam menangkis virus.

Untuk menindaklanjuti studi ini, Price mengatakan ia dan rekan-rekannya berencana untuk menjawab
pertanyaan tentang apakah mikrobioma penis memengaruhi penularan HIV dengan mempelajari kemungkinan kaitan antara perubahan dalam mikrobioma dan tanggapan sitokin, mekanisme yang dapat mengaktifkan sinyal sistem kekebalan tubuh. Menurut Price, penelitian ini memiliki implikasi di luar sunat. Memahami perubahan mikrobioma setelah operasi akhirnya bisa mengarah pada tindakan yang tidak memerlukan prosedur pembedahan. “Pekerjaan yang kita lakukan, yang berpotensi mengungkapkan mekanisme biologis yang mendasari, bisa mengungkapkan alternatif untuk sunat yang akan memiliki dampak biologis yang sama. Dengan kata lain, jika kita menemukan bahwa kelompok anaerob yang meningkatkan risiko infeksi HIV, kita bisa mencari cara alternatif untuk menurunkan anaerob ini,” dan mencegah infeksi HIV di semua laki-laki yang berisiko secara seksual, Price mengatakan.

Keyword : Sunat, Khitan, Sunat Anak, Khitan Anak, Sunat Modern, Khitan Modern, Sunat Laser, Sunat Konvensional, Sunat Klamp